Saturday, July 25, 2015

[Cerpen] Pandangan Luka


Di ujung jalan itu, jauh matanya menjatuhkan pandangan. Dengan menerawang. Entah apa yang dipikirkan atau dibayangkannya, yang jelas bukan tentang trotoar yang dipenuhi pejalan kaki yang bersliweran disana. Pikirannya jelas jauh ke tempat lain, atau mungkin masa yang lain.
“Kau tau siapa gadis itu ?”
Andre menepuk pundakku, sambil kemudian duduk dihadapanku, sedikit menghalangi penglihatanku pada gadis itu.
“Tidak, kau tau ?” tanyaku balik
“Entahlah, gadis itu hanya pengunjung tetap, diwaktu dan tempat yang itu-itu saja, bahkan ia pun memesan makanan yang setiap hari”
Penjelasan Andre mengalihkan perhatianku, ganti menatap wajahnya  dengan rasa ingin tahu.
“Serius ? sudah berapa kali dia kemari ?”
“Mmmm, sudah sejak 2 minggu yang lalu, dan sejak itu dia tidak pernah absen untuk mengunjungi kafe ini “
Andre menyeruput kopinya, wajahnya kelihatan segar ketimbang setelah bermain futsal tadi.
“Lalu kira-kira berapa lama dia berdiam diri seperti itu ?”
“Satu jam, dan artinya kamu hanya punya waktu 15 menit lagi untuk menikmati wajah manis itu”
Kalimat terakhir Andre jelas membuatku mengernyitkan kening,
“Hei, jangan melihatku seperti itu, kamu sudah putus dari nia, jadi tidak masalah kalau melirik wanita lain kan ?” katanya dengan gelak kecil
“Aku bukan tipe playboy seperti kamu, Ndre” dengusku
“Loh, tapi dia memang manis kan ?”
Oke, aku akui wanita ini memang mempunyai wajah yang enak untuk dipandang, selain kesenduan dimatanya, semua yang tergambar diwajahnya adalah manis untuk dilihat.
Kemudian wanita itu beranjak, tepat dimenit seperti yang diperkirakan Andre. Ia berjalan dengan wajah yang tertunduk,  rambut panjangnyanya tergerai sebagian menutupi wajahnya. Dan ketika wanita itu melintas di depan kaca Café, tepat ditempat aku duduk , aku tidak mampu melihat ekspresi wanita itu, ia berjalan begitu cepat.


Hari itu aku kembali ke café lagi. Di jam yang lebih awal dari kemarin, karena kalau wanita itu berdiam diri di café selama satu jam seperti yang dikatakan Andre, artinya aku harus datang setidaknya setengah jam lebih awal dari yang kemarin. dan benar saja, baru aku memesan secangkir kopi wanita itu terihat memasuki café dan menuju tempat duduknya yang biasa. Kali ini rambutnya dibuat kuncir kuda, dengan pakaian dan riasan seperti wanita modern pada umumnya dia terlihat seperti wanita biasa. Namun kemudian, saat ia mulai menatap ke luar jendela café, ia berubah seperti wanita kesepian yang rapuh, dan pandangan matany benar-benar mengartikan semua itu.
Apa yang ia sedihkan ? apa yang menjadi beban dalam hatinya ?
“mas, kopinya”
Tono, pelayan café mengejutkanku dengan kepulan kopi pesananku
“Mas, naksir mbak Rike ya, kok dari tadi ngeliatin terus ?” Tono tersenyum simpul
“Apaan sih kamu ini Ton” kataku, tapi, tunggu dulu …
“Mmm, siapa tadi Ton, namanya ?”
“Siapa ? Oh, mbk Rike? Yang duduk diseberang meja itu kan mas ? yang hobinya ngeliatin jalanan ?”
“Kamu ko bisa tau namanya ?”
“Ya iya mas, dia pernah ninggalin dompetnya disini, saya yang menemukannya, pas saya liat dompetnya kan ada KTPnya, jadi saya kembalikan lagi pas besoknya mbak Rike dating” jelas Tono
Aku manggut-manggut, Rike ya ….
Datang ke café setiap hari, dijam yang sama, tempat duduk yang sama, pesanan yang sama, dan kemudian hanya diam memandang ke jalanana luar, wanita yang aneh, pikirku. Namun kemudian aku merasa geli sendiri, bukankah yang lebih aneh malah aku sendiri ? Untuk apa aku merasa begitu penasaran dengan wanita itu, bahkan rela untuk duduk dicafe ini selama lebih 1 jam hanya untuk memperhatikannya ??
“Kamu lagi cari pelarian tuh” Andre menyimpulkan dengan sadis saat minggu kemarin dia tau bahwa aku mengambil cuti panjang, tepat setelah putus dari Nia.
“Pelarian ? aku bukan anak labil yang lari kesana kemari karena kehilangan mainannya !” ketusku
“Hushh !! berarti Nia mainan gtu ??”
Aku diam, bukan, Nia bukan mainan, tapi aku yang malah jadi mainannya. Tpi tidak mungkin aku mengatakan itu pada Andre, setidaknya aku masih punya harga diri sebagai laki-laki yang diduakan oleh kekasihnya.
Aku terluka, itu pasti, karena 4 tahun yang kujalani bahkan dengan mimpi-mimpi untuk berakhir disaat indah dengan Nia  hancur berantakan begitu saja. Aku merukui diriku sendiri karena kebodohanku. Tapi aku bukan seorang yang putus asa. Rasa sakit hati ini memang begitu dalam tapi kewarasnku pun masih kuat. Aku belajar untuk merelakan, lagipula aku punya prinsip untuk tidak akan memaksakan jika memang aku tidak berhak untuk memiliki, dan menurut logikaku, Nia bukanlah hal yang patut kupaksakan untuk dapat kumiliki.
Satu jam berlalu, rupanya aku mulai tertular oleh keanehan wanita itu, duduk diam dengan pandangan ke satu arah, sedangkan pikiranku melayang-layang ke masa silam. Aku menghela nafas panjang. Kemudian  terlihat wanita itu berdiri, dan meninggalkan café sama seperti kemarin.


Hari ini kembali aku memperhatikan sosok wanita itu. Sudah satu jam berlalu, dan ia sama sekali tidak mengubah posisi duduknya. Yang lagi-lagi membuatku bertanya, kenangan apa didalam pikiranhya itu, yang mampu membuat ia menutup telinga dan matanya dari pandangan orang di dunia nyata ini ?
Tiba-tiba sesosok pria muncul menghampirinya. Duduk didepan wanita itu dan mengusik lamunannya. Terlihat wanita itu terkejut dengan kedatangan pria itu, dan kemudian keterkejutan itu berubah menjadi amarah dimatanya.
Dan sesaat kemudian keributan kecil terjadi. Pria itu terlihat seperti memaksa wanita itu untuk ikut dengannya, tapi jelas wanita itu menolak. Dan terjadilah adegan tarik menarik seperti layaknya sinetron drama keluarga. Para tamu yang ada dicafe itu mulai memperhatikan mereka, merasa ada tontonan kecil yang menarik. Aku sendiri sebenarnya ingin melerai adegan itu, minimal sebagai sahabat dari Andre yang notabene pemilik café ini, aku tidak ingin ada keributan terjadi, dan juga karena merasa kasihan dengan wanita itu.
Namun sebelum aku sempat bangkit dari tempat dudukku, muncullah seorang ibu-ibu setengah baya, bersama dengan seorang gadis muda yang rupannya mirip dengan wanita itu, menghampiri mereke berdua. Dan entah kenapa ketika ibu-ibu itu muncul, wanita itu menjadi luruh, ia lunglai dipelukan ibu itu sambil menangis, dan ibu itu menenangkannya dengan penuh kasih. Perlahan ia membawa wanita itu pergi dari café, bersama dengan pria tadi dan gadis muda.
Aku kembali hanya mampu melihat adegan itu, aku terus memperhatikan mereka hingga mereka lewat dibalik kaca café, tempat aku duduk, dan untuk pertama kalinya pandanganku beradu dengan wanita itu. Layaknya gerakan slow motion, aku melihat ke dalam matanya yang penuh linangan air mata, dan tatapannya itu …


Namanya Rike Dewayani, umur 25 tahun, dan bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan swasta di kota ini. Tapi itu dulu sebelum dia dengan tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri 2 bulan yang lalu dan lebih memilih sebagai seorang pelamun disebuah café .
“Kak Rike adalah orang yang ceria, dia tipe yang aktif dan tidak bisa diam, dan dia oang yang sangat mencintai alam, sama seperti almarhum kak Wira, calon suaminya …”
Ria, gadis muda yang tadi datang bersam ibu-ibu, yang kemudian kuketahui adalah ibu dari Rike,  datang kembali ke café untuk meminta maaf akan keributan yang terjadi tadi. Namun karena andre sang pemilik café tidak ada ditempat, akupun memberanikan diri untuk mewakilinya, dan berbicara dengan gadis muda ini, dan juga sebenarnya aku ingin bertanya banyak hal tentang wanita, ah, Rike maksudku, pada adiknya ini.
“Calon suaminya ?” tanyaku sedikit bingung
“Kak Wira meninggal saat pendakian bersama dengan kak Rike, mereka tersesat dan terpisah dari kelompok pendaki yang lain. Mereka berdua ditemukan oleh tim SAR 3 hari berikutnya, sepertinya mereka terperosok dalam jurang. Kak Rike dapat bertahan tapi saying kak Wira ….” Gadis itu tidak melanjutkannya, mungkin karena keharuan yang tiba-tiba muncul. Aku tertunduk,
“Dan karena peristiwa itu kak Rike menjadi shock” lanjut Ria, “Dia merasa ini semua salahnya, karena ia yang memaksa untuk melakukan pendakian itu tepat seminggu sebelum hari pernikahan mereka, apalagi ketika mereka ditemukan, tangan kak Wira menggenggam erat tangan kak Rike yang pingsan, seolah ia ingin sekali melindungi kak Rike”
“Lalu, apa yang sebenarnya ia lakukan di café ini setiap harinya?”
Ria menghela nafasnya, “Café ini adalah tempat pertama kali mereka bertemu, disini banyak kenangan yang tercipta diantara mereka, aku yakin kak Rike kemari untuk mengenang semua itu … “
“Kasihan, sebegitu dalamnya kesedihannya, mungkin sebaiknya kalian biarakan saja untuk sementara ia datang ke café ini, mungkin dengan begitu kesedihannya sedikit demi sedikit terobati …”
Ria menatapku dengan pandangan yang aneh,
“Maaf mas, tapi tidak mungkin kami membiarkan begitu saja mbak Rike berjalan-jalan dengan bebas untuk saat ini … “
“Kenapa tidak ?”
Ria seperti bingung untuk menjawab pertanyaanku,
“Karena .. karena mbak rike harus menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa, ia benar-benar mengalami depresi berat, bahkan beberapa kali pernah mencoba untuk mebunuh dirinya, jadi, bagaiamana mungkin kami membiarkan dia pergi ke luar begitu saja ?”
Entah aku harus berkomentar apa, jadi  … Rike saat ini sedang … ??
Aku benar-benar merasa kasihan, dia begitu mencintai kekasihnya hingga tidak mampu mempertahankan kewarasannya, luka hatinya benar-benar parah.
Dan kemudian aku ingat lagi pandangannya saat terakhir kami bertemu. Pandangan itu pernah aku miliki beberapa hari yang lalu, pandangan penuh luka, pandangan yang berhasil aku sembunyikan, aku tekan hingga menghilang tanpa orang lain ketahui, tapi rupanya Rike begitu rapuh, hingga harus mengalah dan membiarkan pandangan luka itu menguasai jiwa dan raganya …..







»»  LANJUT LAGI...

Sunday, June 21, 2015

#NULISRANDOM2015 Day 21 "Cuma Sekedar Opini"

Hari ini saya mau ngebahas soal update berita artis yang lagi hangat di medsos. Saya tau berita ini juga gak sengaja karena scroll timeline twitter, tentang Lukman Sardi yang berpindah agama.

Saya awalnya sempat mikir memang agama Lukman Sardi apa ? Hehehe. walaupun saya termasuk yang suka aktingnya di beberapa film tapi tidak membuat saya untuk kepo tentang Lukman Sardi. Yang saya tahu hanya fakta umumnya saja bahwa dia adalah anak dari Idris Sardi, pemain biola kenamaan Indonesia. Tapi mengingat Idris Sardi adalah seorang muslim maka sewajarnya Lukman Sardi seorang muslim juga kan ?

Akhirnya karena saya penasaran saya mulai browsing tentang berita yang lagi hot-hotnya itu. ternyata Lukman Sardi memang berpindah keyakinan dari Islam ke Kristen.

Kenapa ?

Itu pertanyaan yang pertama kali terlintas dikepala saya. Apalagi mengingat beberapa peran yang dimainkan oleh Lukman adalah karakter yang religius semacam ustadz. Seperti ketika dia memerankan tokoh KH Ahmad Dahlan di film Sang Pencerah. Saya memang gak pernah nonton film itu, namun beberapa  orang mengatakan akting Lukman Sardi di film besutan Hanung Bramantyo itu sangat bagus, penjiwaan terhadap karakter dari pendiri  Muhammadiyah itu dirasa sangat masuk.

Kembali ke soal pindah agamanya Lukman Sardi. Dari beberapa berita yang saya baca ternyata beliau sudah berpindah agama sejak 6 tahun yang lalu, tapi video yang menampilkan tentang pengakuan Lukman Sardi yang berpindah agama memang baru-baru saja diupload. Video itulah yang kemudian menimbulkan heboh, geger, dan komentar pro-kontra dari berbagai pihak.

Ketika suatu masalah itu bersinggungan dengan agama/keyakinan, pasti akan ada yang bersuara nyinyir dan juga bersuara bijak. Medsos yang membuka ruang untuk setiap orang berpendapat bebas dari yang sopan hingga yang kurang ajar bisa aja memacing isu SARA yang memang jadi momok buat bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman. Terlebih objeknya ini adalah seorang artis, yang dengan mudah kehidupannya dilihat oleh masyarakat.

Ada yang kecewa, ada yang memberi selamat dan ada yang biasa aja para netizen menanggapi berita perpindahan agama Lukman Sardi ini. Wajar kalau perilaku seorang artis bisa menimbulkan beberapa reaksi dari masyarakat. Ketika seorang Lukman Sardi berpindah keyakinan dari Islam ke Kristen, tentu sebagai seorang muslim saya mempertanyakan alasannya. Namun gak ada kewajiban sih buat Lukman Sardi menjelaskan alasannya pada saya, lagian saya mah apa atuh, cuma salah seorang penikmat karyanya aja :)

Dari berita yang saya baca Lukman Sardi memang memiliki istri yang non-islam, tapi Lukman Sardi menegaskan bahwa berpindah agamanya bukan karena pengaruh sang istri. Dia berkata bahwa istrinya sudah lama menyerah untuk membuat Lukman Sardi berpindah keyakinan karena dia bukan tipe orang yang bisa dengan mudah dipengaruhi, tapi ia berpindah keyakinan karena memang dia merasa itu adalah panggilan tuhan yang dia percayai. Diapun bukan tidak melalu pergumulan batin  untuk memutuskan berpindah agama, terlebih keluarga, terutama sang ayah, juga menentang keputusan Lukman Sardi. Namun karena beliau benar-benar merasa mantap dengan keyakinan barunya, akhirnya sekitar 6 tahun yang lalu Lukman Sardi memutuskan untuk menjadi seorang kristiani.

Beragam komentar dan pendapat pun berkembang. Dan seperti biasanya ketika masalah sudah menyinggung agama maka komentar berbau SARA pun ikut bermunculan. Ini yang bikin saya khawatir plus muak, karena sepertinya ada aja yang jadi provokator dan bersikap konyol. Dan yang bikin miris lagi yang bersikap konyol adalah dari temen-temen yang mengaku muslim sendiri.

Kecewa karena kehilangan saudara semuslim memang wajar tapi gak lantas membuat kita merasa benar untuk menghujat dan mencelanya, bahkan berkata kotor atau menyumpah serapah.  Termasuk juga untuk tidak men-judge apapun pada keputusan Lukman Sardi. Memeluk agama apapun itu hak beliau yang dilindungi oleh negara. 

Saya hanya beropini dari sudut pandang saya sendri loh ya. Tulisan ini bisa dianggap sebagai suara pikiran saya untuk teman-teman sesama muslim dalam menyikapi hal-hal seperti ini.

Bahwa Lukman Sardi adalah seorang yang dewasa dan pintar. Kepindahan agama itu bukan hal yang sepele loh, dan saya yakin Lukman Sardi pun sudah berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan itu. dan menurut saya, kita sebagai orang luar yang tidak tau bagaimana kehidupan Lukman Sardi dan pengalaman hidup yang dialami beliau, tidaklah pantas untuk kemudian mencela atau menghujatnya.

Memangnya kenapa sih kalau ada seorang muslim yang berpindah keyakinan ?

Takut berkurang pemeluk agamanya ? Menjadi ragu dengan islam karena ada seseorang yang meninggalkannya ?

Saya lupa komentar dari ulama mana, tapi beliau berkata bahwa hujatan ataupun celaan kepada orang yang berpindah keyakinan menunjukkan kalau kita belum dewasa dalam beragama, dan kalau saya tambahkan juga menunjukkan kalau kita belum paham dalam beragama. Bukan berarti saya adalah orang yang paham, saya pun juga masih belajar, tapi yang saya tahu pasti adalah bahwa dalam Islam tidak ada pemaksaan dalam memeluk agama Islam itu sendri. Mau percaya dengan Islam ya ayok kita jalani, tidak yakin dengan ajaran Islam ya monggo untuk meninggalkannya.

Islam itu sendiri kan sebagai salah satu jalan dari beberapa pilihan jalan hidup di dunia ini, dan manusia diberi akal pikiran untuk menentukan pilihannya. Tapi sebagaimana hukum dalam dunia ini bahwa setiap pilihan pastilah punya konsekuensinya. Dan saya yakin Lukman Sardi pun paham akan hal itu.

Jadi menurut saya ya udahlah, dia yang berpindah agama dan dia yang tidak yakin dengan Islam, bukanlah urusan kita. Yang udah pergi ya ikhlaskan.  Lebih baik kita menyibukkan diri memperdalam ilmu agama kita biar tidak kekanak-kanakan dalam menyikapi masalah yang mengangkut keyakinan ini, dan juga tidak dengan mudah terprovokasi ataupun menjadi provokator.

Dan rasanya dalam Islam sendiri  juga tidak mematok harus berapa ratus juta pemeluknya kan ? Karena  menurut saya bukan itu inti dari sebuah agama atau keyakinan. Menurut saya pribadi sih yang membuat sebuah agama mulia itu bukanlah dari besar jumlah pengikutnya, tapi dari kebenaran, baik yang bersifat dunia ataupun akhirat, yang diajarkannya.

Sekali lagi tulisan ini hanya semacam curcol saya sekaligus sebagai latihan menulis dalam challenge #NULISRANDOM2015. So, just read with a calm mind :)




»»  LANJUT LAGI...

Friday, June 19, 2015

#NULISRANDOM2015 Day 19 "Sekedar Nulis"

Buka laptop, buka ms word, kemudian bengong. Buntu mau nulis apaan. Padahal kan niatnya tetep harus nulis selama satu bulan ini buat ikutan challenge nulis random 2015. Tapi ya gitu, mau nulis apa itu gak ngerti. Gak ada tema dan ide yang terlintas. Mau nulis cerita tapi baru beberapa paragraph udah buntu ceritanya. Mau nulis puisi perasaan lagi gak mood. Mau nulis essay atau sejenisnya gak ada tema yang lagi menarik hati untuk dibahas. Bingung kan ??

Saya heran sama para penulis itu, mereka kok seperti gak kehabisan ide ya ? Bahkan walaupun lagi buntu mereka tuh kok kayaknya gampang banget buat menemukan mood mereka kembali. Writer block ?? Rasanya bahasa itu kerennya cuma ditujukan buat para penulis yang udah punya karya, kalau buat saya keadaan gak bisa nulis ini lebih pantes disebut pemales atau emang gak bakat nulis.

Mau jadi penulis tapi malesnya masih sering diturutin. Tapi bingung juga kalau dipaksa nulis tuh mau nulis apaan ??!!!

Bisa berjam-jam natap layar putihnya ms word kalau gak ada ide gini. Dan ujung-ujungnya malah jadi ngantuk sendiri, matiin laptop langsung berselimut, pergi ke dunia mimpi.

Saya pingin banget nanya sama penulis hebat diluar sana, mereka pernah kayak gini gak ? Gimana sih biar bisa memotivasi diri buat semangat nulis, gak peduli lagi gak mood atau gak ada ide ?

Ada seorang penulis yang bilang, kalau kamu punya keinginan menulis tapi ternyata masih banyak hal-hal yang mengalihkan dan membuat kamu males nulis maka bisa jadi menjadi seorang penulis bukanlah cita-cita atau keinginan terbesar dalam hidupmu.


Bener ya ??
»»  LANJUT LAGI...

Saturday, June 13, 2015

Shopping itu Simpel

Shopping adalah kegiatan yang paling disukai oleh cewek pada umumnya. Catet, pada umumnya !!! ;) , kalau saya mah gak terlalu suka shopping. Bukan, bukan karena saya cewek gak normal hanya saja saya males kalau harus muterin 1 toko atau mall cuma buat cari 1 barang. Tapi sekalinya saya shopping pinginnya tuh dapet barang yang sempurna, yang kualitas bagus tapi harganya murah, hehehe.

Pernah datengin semua toko cuma untuk cari 1 jenis barang dan membandingkan harga dan kualitasnya dibeberapa toko? Saya pernah, dan akhirnya saya memang mendapat barang yang saya inginkan, dan itu dari toko yang pertama kali saya datangin !! T.T

 Puas ? Iya sih, puas. Capek ? Bangeeetttt. Lha wong saya mendatangi toko dari ujung keujung kok cuma buat dapetin itu barang, maksa pula nawar sama pedagangnya XD

Makanya aktivitas belanja saya itu jarang banget, mengingat mood dan keribetan saya sendiri. Tapi itu dulu, sebelum saya mengerti tentang online shop. Iyaaa, online shop, yang cuma tinggal pencet atau ngeklik doang dan, voilaaaa … beberapa hari kemudian barang yang kita inginkan udah ada ditangan =)

Kalau sudah bicara soal belanja online yang pasti terlintas di pikiran adalah kepraktisanya. Simpel, cuma pencet-pencet aja selesai deh. Tapi jangan asal pencet, ntar salah ngirim uang ke rekening orang  lain :P. Maksudnya proses untuk pembelian dan pembayarannya itu loh yang nggak ribet. Dan buat saya yang emang gak suka ribet online shop ini jadi alternatif oke kalau saya ingin beli suatu barang. Tinggal pilih barangnya, pilih bayar via apa, pengiriman lewat jasa mana kemudian transfer uangnya. Kalaupun mau membandingkan harga dan kualitasnya ya tinggal buka aja online shop yang lain, tanpa keluar tenaga atau uang bensin saya sudah mendapatkan barang yang saya inginkan J. Apalagi sekarang sudah banyak online shop yang menjual beragam barang, mulai dari pakaian hingga makanan. Rasanya gak perlu keluar rumah deh kalau mau beli apa-apa ;)

Pengalaman pertama kali saya beli barang online itu sebuah baju kostum untuk acara Festival Jepang yang diadakan dikota saya, 1 set yukata berwarna peach, itu saya beli udah sekitar 6 tahun lalu dan kalau tidak salah ingat harganya sekitar 250.000. Seneng banget waktu barangnya datang, bukan hanya karena bajunya bagus tapi karena saya juga merasa lebih gaul bisa belanja via online shop :v

Setelah keberhasllan pertama itulah saya mulai seneng belanja via online shop. Ada beberapa barang yang saya miliki dari berbelanja online, kebanyakan buku, karena saya memamng  hobi membaca, jadi online shop favorit saya ya yang jualan buku. Seperti yang  baru-baru ini saya beli adalah 3 buah buku yang bergenre novel Rencana Besar, novel Imung  dan nonfiksi NgeFriend Sama Islam di bukabuku.com.

Kerajingan online shop membuat saya suka lapar mata kalau buka medsos. Pasti  kan banyak online shop yang lagi nge-iklan. Jadinya saya sering membuat wishlist barang-barang yang mau dibeli walaupun uangnya gak tau mau metik dari pohon mana (ngejampi-jampi dompet ;D) 

Berikut adalah wishlist saya yang semoga tersegerakan :
  • 1.       Baju  à Setiap membuka instagram @gdas_by_ghaida , saya selalu jatuh cinta sama warna dan potongan baju desain dari mbk Ghaida Tsurayya ini. Padu padan warna pastelnya manjain mata banget membuat saya selalu teriak dalam hati “mau beli yang ini, yang ini sama yang ini juga !!!” tanpa sadar kondisi kantong, hahaha. Salah satunya yang mengalihkan dunia saya itu baju seperti digambar ini, tidak dijual satu set memang jadi untuk blus harganya Rp 285.000 sedangkan skirtnya Rp 320.000, cantik ya kalau buat lebaran ? ;)

  • 2.       Buku à Banyak penulis favorit saya sudah menelurkan karya mereka dari bulan kemarin, kalau buka website bukabuku.com pasti ngiler deh melihat barisan buku baru yang bersiap dijamah kata demi katanya (halahhh !!). Saya sudah me- list buku yang mau saya beli, dan salah satunya adalah Koala Kumal karya Raditya Dika yang dibandrol dengan harga RP 47.600.

  • 3.       Sepatu à Waktu lagi buka-buka instagram ada salah satu temen yang merekomendasikan online shop khusus sepatu, namanya Arez Store dan pas saya cek saya langsung suka sama sepatu bertipe moofeat zapato yang berharga Rp 180.000 ini, belum termasuk ongkir. Sepatunya terlihat simple, nggak kelihatan feminim tapi tidak terlalu boyish juga.

  • 4.       Hijab à Banyak sebenarnya online shop yang menjua hijab dengan berbagai macam warna dan jenis. Ada yang berupa pashmina, shawl, atau hijab langsung. Dari semua online shop saya suka melihat barang-banrang di queenshijab_, karena semua jenis hijab bisa dicari disitu dengan harga yang cukup terjangkau. Saya lagi naksir sama hijab ini, selain lebar menutup dada, bisa langsung dipakai dan terlihat cantik dengan lipitan-lipitannya.

  • 5.       Handphone à Menggantikan handphone saya yang sudah berulang kali jatuh dan menunjukkan tanda-tanda ke-error-an, saya tertarik dengan smartphone Asus Zefone 5 di online shop Lazada.com. Selain karena specnya seperti yang saya inginkan juga karena harganya masih berada dalam jangkauan saya yaitu Rp 2.250.000.



Itulah 5 dari beberapa  online shopping wishlist saya. Yakin deh, kalau saya menemukan online shop dengan barang-barang yang menarik pastinya daftar wishlist saya akan semakin panjang. Seperti ketika saya buka tokoumami.com, online shop yang menjual arloji ini langsung memanjakan saya dengan produknya yang keren-keren, dan saya langsung memfavoritkan arloji bertipe fortuner rubber dual display. Selain karena talinya dari karet (aman untuk kulit sensitive saya), desainnya juga asyik diliat, saya jadi keren maksimal nih kalau pakai arloji ini :D 


(email : himurasora@yahoo.co.id)
»»  LANJUT LAGI...

Tuesday, June 9, 2015

La Tahzan Ramadhan ....

Ini adalah pengalaman ramadhan keluarga saya di tahun 2006. Kalau di tahun sebelumnya bisa beribadah ramadhan dengan anggota keluarga yang lengkap, yaitu ayah, ibu, saya dan 2 adik saya, maka di tahun itu kami hanya tinggal bertiga, yaitu ayah, saya dan adik, karena ibu dan adik saya  yang satunya lagi pergi ke jawa, meninggalkan kami. Begitulah, masalah keluarga J

Tahun pertama ramadhan tanpa seorang ibu di rumah. Saya dan adik mengambil alih tugas rumah. Kami harus pintar membagi waktu karena saya bekerja dan adik juga masih sekolah. Menurut saya ramadhan tahun itu sangat menguras fisik, emosi dan pikiran. Masalah orang tua, beban pekerjaan, dan berkejaran dengan tugas dirumah yang anehnya tidak pernah habis, semuanya seolah sebagai ujian kekhusyukan puasa saya. Ada rasa marah, kesal, lelah dan ingin menangis. Kadang saya bertanya-tanya sendiri, kenapa kok keluarga saya jadi berantakan begini ?

Tapi justru melalui ramadhan tahun itulah saya mulai belajar untuk lebih bersabar dan ikhlas. Lebih memahami bahwa sebenarnya semuanya hanya titipan Allah SWT, termasuk keluarga. Membaca buku-buku islam, mulai mendengarkan ceramah ustadz di tivi, mulai rajin sholat 5 waktu dan sholat sunnah lainnya. Masalah keluarga ini seperti teguran sekaligus pelatihan untuk iman saya. Yang dulunya ogah-ogahan dalam beribadah sekarang justru rajin karena saya bisa merasakan ketenangan dalam jiwa dan pikiran dengan beribadah, walau tidak lantas membuat semua keadaan membaik tapi setidaknya emosi saya bisa lebih terkendali. Saya juga belajar bahwa apa yang kita alami ya  karena Allah SWT menghendakinya, karenanya saya tidak boleh bersedih dan larut dalam amarah. Bahwa Allah sedang mencolek saya dari keasyikan duniawi agar saya kembali mengingat-Nya.

Dan Alhamdulillah, sekarang semua masalah itu sudah terlewati. Allah SWT memberikan saya kemampuan untuk melaluinya, melapangkan hati saya dan memberi kemudahan di setiap kesulitan yang saya temui. Jadi teringat sebuah kalimat seorang ustadz, La Tahzan, innallaha ma'ana.









»»  LANJUT LAGI...

Sunday, June 7, 2015

#NULISRANDOM2015 Day 7 "Meet Up With The Creator Of Ketika Mas Gagah Pergi"

Sebuah cerita fiksi yang mampu melampui masa dan menjadi inspirasi banyak orang. Hebat ya ??

Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah satu kisah fiksi yang ternyata begitu banyak pengaruhnya dikalangan pembacanya sendiri. Aku sendiri baru membaca cerpennya sekitar setahun yang lalu karena cerpen ini sebenarnya diterbitkan disebuah majalah Islam bertahun-tahun lalu. Tapi membuat aku penasaran karena sering kali aku mendengar judulnya dari kutipan penulis atau pembaca buku fiksi islami.

Kemudian aku tahu bahwa cerpen itu dibuat oleh mbak Helvy Tiana Rosa, yang aku kenal justru dari karya tulis beliau yang lain, dan ternyata beliau adalah kakak dari mbak Asma Nadia, salah satu penulis favoritku juga.

Karena rasa penasaran tentang KMGP aku langsung browsing infonya dan ternyata cerpennya sudah dibukukan, pas mau beli online eh ternyata sudah kehabisan L. Iya sih, aku terlambat, bukunya udah terbit beberapa tahuhn lalu. Tapi gak putus asa juga aku coba cari downloadan gratis  e-booknya, yang alhamdulillah dapet, hehehe ….

Jadi begitulah setelah membaca ceritanya aku setuju jika cerpen itu dianggap bisa mempengaruhi dan diingat begitu banyak orang. Kalau kamu tanya siapa mbk Hevy itu pasti jawabannya yang buat cerpen Ketika Mas Gagah Pergi, atau apa karya favorit mbk Helvy pasti lagi-lagi Ketika Mas Gagah Pergi yang disebut. Kenapa ? karena cerpen itu memang begitu pas pada situasi saat itu yang membuatnya jadi inpirasi banyak orang, terutama buat anak-anak muda karena sasaran cerpen itu memang anak-anak muda pada khususunya.

Dan hari ini, di sebuah acara di kotaku yang bertajuk Istiqomah Book Fair 2015, mbk Helvy diundang sebagai salah satu pembicara talk show. Karena aku penasaran dengan orangnya jadilah aku datang ke acara yang bertempat di salah satu masjid besar di Balikpapan, talk shownya berjudul Meet Up Penulis and Talkshow Stand for Ketika Mas Gagah Pergi. Di acara itu mbk Helvy selain berbagi tips dan sharing pengalaman menulisnya tapi beliau juga menyampaikan misi untuk memfilmkan cerpen Ketika Masa Gagah Pergi. Mbk Helvy berniat untuk mengumpulkan dana guna memproduksi film tersebut sehingga film tersebuta akan menjadi proyek film bersama. Aku juga sebenarnya sudah tahu tentang proyek film bersama ini dari medsos dan aku sempat berfikir kenapa harus mencari dana ? Apa tidak PH yang mau memfilmkannya ? Padahal dari segi ceritanya kan menarik dan lumayan komersil ?

Tapi kemudian mbk Helvy menjelaskan di acara tadi, bahwa bukannya tidak ada PH yang berminat, justru banyak sekali yang mau memvisualkan karya mbk Helvy ini, namun ternyata beliau punya idealisme yang gak bisa diganggu gugat. Kalau KMGP ini mau dijadikan film maka harus ikut aturan Mbk Helvy karena menurutnya KMGP ini sudah menjadi inspirasi banyak orang dan mbk Helvy punya tanggung jawab untuk tetap membuat filmnya selurus dengan ceritanya, baik dari segi pengembangan naskah, para aktor/aktrisnya bahkan strudaranya pun mbk Helvy akan sangat seleksi sekali. 

Karenanya sampai sekarang tidak ada PH yang bisa memenuhi persyaratan Mbk Helvy sedangkan minat para pembaca untuk melihat KMGP dilayar bioskop begitu tinggi, sehingga tercetuslah ide untuk membuat film ini dengan dana sendiri atau, biasa disebut program crowd funding, yang mana dana itu dikumpulkan dari masyarakat yang begitu cinta dengan KMGP, sekaligu menginginkan film yang benar-benar bernuansa islami, bukan hanya sebagai slogan tempelan diposternya saja.

Aku kagum dengan idealisme mbk Helvy ini, beliau berjuang buat apa yang dia mau dan yakini. Demi menjaga agar Mas Gagah ini bisa terlahir kedunia nyata dengan sebenar-benar karakternya, beliau keliling Indonesia dengan  misi crown funding-nya.   

Aku sempet menitikkan air mata waktu beliau berkisah tentang proses yang dilalui untuk memfilmkan KMGP ini, bener-bener seperti menjaga seorang anak yang sedang tumbuh, beliau tidak akan membiarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak “anaknya”. Dan dengan crowd funding ini mbk Helvy berniat menjadikan film KMGP sebagai film dari kita, dibuat oleh kita dan ditonton oleh dunia !!!

Aamiin ….

Di acara itu juga sebenarnya dijual beberapa buku KMGP tapi mungkin memang belum jodoh kali ya, aku kehabisan lagiiiii DX

Yaelahhh, mana di online shop juga gak ada lagi T.T, tapi gak papa sih karena setidaknya aku masih sempet berfoto sama mbk Helvy ;)




»»  LANJUT LAGI...